Sertifikasi

Dalam rangka pemenuhan terhadap regulasi maupun persyaratan standar lainnya sekaligus pembuktian terhadap praktek pengelolaan hutan yang memenuhi norma-norma kelestarian maka strategi melalui sertifikasi pengelolaan hutan lestari baik mandatory/wajib maupun voluntary/sukarela ditempuh oleh Unit Manajemen untuk melihat sejauh mana praktek pengelolaan hutan sudah memenuhi persyaratan yang ada.

 

Sertifikasi yang telah ditempuh oleh Unit Manajemen antara lain:

  1. Sertifikasi PHPL, bersifat wajib sesuai Permenhut No. P.43/Menhut-II/2014 tentang Penilaian Kinerja PHPL dan Verifikasi Legalitas Kayu Pada Pemegang Izin atau Pada Hutan Hak. Masa berlaku sertifikat 25 Juli 2019 sampai 24 Juli 2024 dengan no sertifikat 824 303 140006, dilakukan oleh LPPHPL TUV Rheinland Indonesia.
  2. Sertifikasi IFCC-PEFC, bersifat sukarela, masa berlaku 03 Juni 2018 sampai 03 Juni 2021 dengan no sertifikat AJA/IFCC-PEFC/FMC-HT/00006/VI/2015, dilakukan oleh AJA Certification.
  3. Sertifikasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), bersifat wajib sesuai PP No. 50 tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen K3.

Pada saat ini Unit Manajemen juga sedang dalam tahap penilaian terhadap pemenuhan standar ISO 14001:2015, OHSAS 18001, dan juga sedang dalam rangka persiapan menuju sertifikasi FSC Controlled Wood.