ASPEK KELESTARIAN

Rencana Pengelolaan Hutan Lestari Terpadu (ISFMP)
Rencana Pengelolaan Hutan Lestari Terpadu (ISFMP) adalah praktik yang ditentukan untuk mengelola HTI Pemasok APP, dengan tujuan memastikan ekosistem hutan yang sehat dan keberlanjutan produktivitas hutan tanaman

 

Kelola Produksi
Rencana kelola produksi berdasarkan rencana RKT tahunan PT. Arara Abadi dengan periode waktu pada bulan Januari - Desember. Berikut disajikan rencana kelola aspek produksi untuk tahun 2019.

 

PT. Arara Abadi

No

Parameter Rencana

1

Tanam (Ha)

22.880,07

2

Tebang (Ha)

18.503,19

3

Produksi (M3)

2.495.166,45

4

Survey Permanen Sample Plot (PSP)

Jumlah Plot

432

Luas (Ha)

3657.78

5

Survey Pre Harvesting Inventory (PHI)

Jumlah Plot

16,926

Luas (Ha)

37,682.13

 

A. Perencanaan
Sebagai dasar kegiatan operasional, PT. Arara Abadi telah menyusun Rencana Kerja Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Tanaman (RKUPHHK-HT), yang merupakan rencana pengusahaan jangka panjang. Pedoman dokumen perencanaan PT. Arara Abadi adalah sebagai berikut :

  1. Dokumen Revisi RKUPHHK-HTI 
  2. Hasil Delineasi Mikro yang dilaksanakan oleh Lembaga Penilai Independen (LPI).

Secara dinamis, dokumen RKUPHHK-HT menjadi acuan dalam penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT) perusahaan. RKT selanjutnya menjadi dasar legal di dalam melaksanakan seluruh kegiatan operasional hutan tanaman, khususnya kegiatan penebangan (harvesting) dan penanaman (plantation).

 

B. Tata Ruang Konsesi
Tata ruang di HTI diharapkan dapat memenuhi keseimbangan ekosistem hutan dan dapat mengakomodir kepentingan sosial ekonomi masyarakat sekitar. Dokumen RKUPHHK-HTI ini terdapat perubahan tata ruang hutan tanaman. Pada RKUPHHK-HTI ini terdapat perubahan tata ruang hutan tanaman.Perubahan tata ruang mengacu pada :

  • Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.12/Menlhk-II/2015 tanggal 24 Maret 2015 jo. P.17/Menlhk/Setjen/Kum.1/2/2017, tentang Pembangunan Hutan Tanaman Industri.
  • Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan P. 16/Menlhk/Setjen/Kum.1/2/ 2017 tanggal 9 Februari 2016 tentang Pedoman Teknis Pemulihan Fungsi Ekosistem Gambut.
  • Hasil overlay antara areal kerja IUPHHK-HTI dengan Peta Kawasan Fungsi Lindung Ekosistem Gambut Skala 1 : 250.000 yang diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Lampiran Berita Acara No. BA.051/UHP/RKUPHT/HPL.I/3/2017 Tanggal 20 Maret 2017).

 

C. Pembibitan
Pengadaan bibit dilakukan di persemaian induk (permanent nursery), yang berada di dalam lingkup distrik PT. Arara Abadi. Persemaian ini di dukung dengan pengadaan terminal-terminal bibit masing-masing blok penanaman. Jumlah kebutuhan bibit dipengaruhi oleh jarak tanam, luas areal yang akanditanami.

 

D. Penyiapan Lahan
Berdasarkan Standard Operating Procedure dalam kegiatan penyiapan lahan mempunyai 2 tujuan, yaitu untuk mempersiapkan lahan yang akan ditanami agar bersih dari pohon dan/atau tanaman pengganggu. Kegiatan awal penyiapan lahan berupa pembersihan lahan dari pohon, semak belukar, gulma, dan vegetasi lainnya yang tumbuh di areal tanaman. Kegiatan penyiapan lahan HTI PT. Arara Abadi menerapkan prinsip Penyiapan Lahan Tanpa Bakar (PLTB). Kegiatan pembersihan lahan dilakukan dengan 2 sistem, yaitu :

  1. Sistem Semi Mekanis.
  2. Sistem Mekanis.

 

E. Penanaman
Berdasarkan hasil penelitian Research and Development PT. Arara Abadi, jenis yang paling cocok dan direkomendasikan untuk dikembangkan di areal tanah gambut adalah Acacia crassicarpa, dan di areal tanah mineral adalah Eucalyptus sp. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan bagi perusahaan untuk menanam jenis lain apabila suatu saat nanti ditemukan jenis yang lebih unggul. Penanaman dilakukan pada petak yang telah diukur dan dipetakan dengan GPS. Pola tanam diatur berdasarkan kaidah-kaidah silvikultur, dilaksanakan dengan sistem grid, dengan jarak tanam 3 m x 2 m.

 

F. Pemeliharaan Tanaman
Kegiatan pemeliharaan tanaman dilakukan, setelah kegiatan penanaman dilakukan dengan mengacu pada Standard Operating Procedure yang meliputi kegiatan pemupukan, penyulaman, pengendalian gulma (weeding) dan pemangkasan cabang (singling). Jadwal pelaksanaan pemeliharaan tanaman (luas dan waktunya) mengikuti jadwal penanaman dan jadwal teknis silvikultur HTI.

 

G. Monitoring Kelola Produksi tahun 2018
Upaya monitoring kegiatan perusahaan dilakukan dengan membuat pelaporan maupun dokumentasi agar apa yang dilakukan dapat terekam dengan baik. Sehingga kinerja perusahaan menjadi terkontrol dengan baik pula. Adapun monitoring dan evaluasi yang dilakukan pada aspek produksi tahun 2017 sebagai berikut.

Tabel Monitoring dan evaluasi Aspek produksi tahun 2019:

 

No Parameter Rencana Realisasi Persentase

1

Tanam (Ha)

56.310,31 45.937,74 81,58

2

Tebang (Ha)

46.046,33 41.290,69 89,67

3

Produksi (M3)

6.009.777,99 5.646,413,16 93,95

4

Survey Permanen Sample Plot

Jumlah Plot

662 655 98

Luas (Ha)

3041.32 3013.22 99.1

5

Survey Pre Harvesting Inventory

Jumlah Plot

24,467. 16.266 66.5

Luas (Ha)

35,314.09 34.428.41 97.5